life

Rabu, 02 Mei 2018



Assalamualaikum WR. WB. Selamat siang yang panas dan cerah ini... semangat ya kawan 
Ini Aku Dila Oktaviani sang pemimpi dengan kekuatan Lilah...
Pernah rasanya aku bermimpi tentang sesuatu hal yang sebenarnya akupun tidak terlalu percaya dengan hal itu tapi kemudian Allah MENJAWABNYA dengan cara yang berbeda dibandingkan hayalanku. Ya benar hayalan tingkat tinggi yang pernah orang lain bilang padaku bahwa “ JANGAN TERLALU TINGGI KAMU BERMIMPI NANTI KALAU KAMU TERJATUH AKAN SANGAT SAKIT “, so.. aku katakan “ BIARLAH... TINGGINYA KAU BERMIMPI ITU MEMBUATKU LEBIH KUAT.. MESKIPUN AKU TERJATUH AKU TIDAK AKAN TERJATUH KEDASAR NAMUN, AKU TERJATUH DIANTARA BINTANG – BINTANG YANG INDAH KARENA ALLAH TIDAK AKAN MEMBUATKU TERJATUH BEGITU JAUH KE DASAR JURANG”
YA...  tiba – tiba ini terjadi temanya ku buat “ Kampung Misteri yang Mengagumkan “

A.      Hasil Observasi “  Kampung Naga “
Hari selasa, 24 Maret 2018 sampai di tempat kira – kira pukul 09.00 WIB – Tasik Malaya
Dengan jas Kuning

1.       Latar Belakang
Budaya sering dijadikan perdebatan dalam kehidupan di masyarakat. Budaya yang disebut – sebut akar dari peradaban ini begitu menyatu dalam balutan adat istiadat. Terutama akar budaya yang di pegang teguh oleh masyarakat Kampung Naga. Dalam observasi kali ini tepatnya berada di Kampung Naga Desa Neglasari Kec. Salawa Kab. Tasik Malaya. Di desa ini terdapat dua kampung Naga Asli yang mempertahankan adat istiadatnya dan kampung di luar Kampung Naga yang disebut Kampung Sanaga. Kampung Naga dalam ini hanya sekitar 1  ha, dan di huni sekitar 112 hunian, 101 kepala keluarga dan 293 jiwa saja. Kampung Naga ini terletak diantara barisan bukit- bukit yang mengelilingi dan di sebrang sungai. Pemangku adat atau Kuncen tersebut mengatakan menurut sejarah Kampung Naga ini pernah habis dan lenyap di lalap api ketika munculnya DITII yang berusaha menguasai daerah Kampung Naga ini, dahulu Kampung Naga ini ada di bagian sebelah Utara dan Selatan dekat sungai dan gunung galunggung namun semua masyarakat Kampung Naga menolak DITII, akhirnya derah Kampung Naga dibumi hanguskan dan tanpa sisa arsip sejarah asli Kampung Naga hilang.

2.       Sistem Peralatan Dan Teknologi Masyarakat Kampung Naga
Sistem teknologi masyarakat kampung naga ini, memang tidak serta merta menolak kemajuan teknolgi dunia luar namun masyarakat kampung naga ini sangat mengutamakan akar adat istiadat yang mereka pegang selama ini. Menurut Pemangku adat atau Kuncen di Kampun Naga mengatakan bahwa masyarakat tetap menerima moderenisasi namun mereka didak memasukan unsur tersebut kedalam kampung naga, melainkan menerimanya hanya sebatas di luar kampung yaitu di desa sanaga di atas lembah. Teknologi sepeti televisi dan radio masih bisa masuk aksesnya hanya saja terbatas. Peralatan yang di gunakan juga peralan yang tradisional menggunakan tungku dengan bahan bakar kayu. Penanak nasi, gelas dan sendok masih di buat dengan kayu dari bahan kayu utan ataupun bambu.

3.       Sistem sosial, ekonomi dan budaya
Sistem Sosial, Ekonomi dan Budaya masyarakat Kampung Naga dilandaskan pada akar budaya yang begitu mereka percayai. Mereka sangat berpegang teguh pada budaya yang tercipta di negeri tercinta ini karena dalam pemikiran mereka tertanam bahwa budaya adalah tuntunan bukan merupakan tontonan. Mungkin di benak manusia di zaman modern ini telah lebih dulu tertanam konsep yang salah, bagi manusia modern budaya berkonsepsi sebagai tontonan belaka. Budaya memang begitu tertinggal jauh bahkan di sebut kuno atau ketinggalan zaman. Namun bagi masyarakat Kampung Naga mereka lebih senang di anggap kuno atau ketinggalan zaman dibandigkan harus menjadi bentukan zaman yang tidak punya akar yang kuat untuk menopang kehidupan dunia. Seseorang yang tercipta dengan budaya yang apik akan membentuk jati diri seseorang sebagai khasnya. Begitu pula dengan budaya yang di tanamkan di kampung naga ini. Kampung yang berada di pinggir sungai dan di kelilingi tebing – tebing juga pesawahan ini membuat adat istiadat di kampung kecil ini begitu indah dan unik.

a.       Sistem Budaya
Budaya di Kampung Naga ini menjadi sangat terlihat berbeda ketika dibandingkan dengan kampung lainnya. Ciri khas budaya di Kampung Naga ini mulai dari atap yang terbuat dari dedaunan dan injuk yang di susun sedemikian rupa agar tidak tembus oleh air hujan, dindingpun terbuat dari bilik bambu dan semua poros bangunan menggunakan bahan – bahan dari alam batu sebagai pondasi rumah yang di berdirikan kira – kira ketinggiannya 50 cm dari atas permukaan tanah. Bangunan mereka tidak dilengkapi dengan perabotan rumah tangga yang mewah, di dalamnya hanya kosong dan tergeletak sebuah alas saja untuk tidur. Posisi bangunan di lihat dari arsitekturnya di buat berhadapan menandakan sikap kekeluargaan dan gotong royong mereka sangat kental. Ketika akan membangun sebuah hunian baru atau perbaikan mereka bekerjasama anatar warga untuk mendirikannya kembali. Dapur sederhana untuk memasak dibuat tanpa mengunakan peralatan moderen seperti gas subsidi dari pemerintah, namun mengunakan tungku perapian sebagai tempat untuk memasak. di bagian luar rumah mereka antara rumah dan batasan luar rumah warga hanya di batasi oleh pagar bambu yang mereka buat. Pagar bambu itu juga di jadikan batas antara sebuah “Tempat Keramat / Patilasan “yang terdapat di Kampung Naga tersebut, yaitu :
1)      Pangsolatan     : Menurut warga setempat/ pemandu tempat ini adalah bekas    sesepuh Kampung Naga yang dahulunya pertama kali melakukan solat di tempat itu.
2)      Lumbung          : Lumbung ini adalah tempat penyimpanan padi atau cadangan hasil panen masyarakat Kampung Naga.
3)      Bumi Ageung  :  Ditempat ini semua masyarakat Kampung Naga dilarang memasuki tempat tersebut kecuali ketika adanya sacara Hajat Sasih dan itupun hanya orang tertentu yang di perbolehkan masuk.
Kampung Naga ini penuh dengan larangan namun tidak mempersulit hal tersebut cukup dengan kata Pamali “  jangan “. Di desa Kampung Naga ini juga  ada 6 perayaan besar yang sering di lakukan di Kampung Naga dengan nama Hajat Sasih. Dilaksanakannya hajat sasih ini; saat bulan Muharam, bulan Maulid, Tahun Baru Hijriah, Nisfu sa’ban, Idul Fitri, dan Idul Adha. Acara tersebut biasanya dilakukan dengan  berjiarah ke makam leluhur yang di lakukan oleh kaum lelaki dan membuat tumpeng atau makanan bagi kaum perempuan serta doa bersama di Masjid.
b.      Sistem Sosial
       Masyarakat kampung naga sistem sosialnya kekeluargaan dan ketika ada acara besar mereka turut dalam acara tersebut. Cirinya bisa dilihat dari bentuk bangunannya yang saling berhadapan. Masyarakat Kampung Naga ini di kepalai oleh tokoh masyarakat yaitu Kuncen sebagai pemangku adat, Lebe sebagai bidang keagamaan, dan Punduh sebagai bidang kemasyarakatan. Semua masyarakat tunduk dan patuh kepada sesepuh Kampung Adat. Sistem dengan masyarakat luarpun mereka menyambut dengan baik.
c.       Sistem Ekonomi
Sistem perekonomian di masyarakat ini bermatapenceharian sebagai petani dan ada pula masyarakat yang keluar dari kampung untuk meningkatkan kesejahteraannya. Lahan pertanian mereka miliki sendiri dan hasilnya untuk mereka sendiri dan simpanan Kampung yang di simpan di lumbung untuk persediaan 1 atau 2 bulan. Merekalah yang mengelola sendiri hasil pertaniannya. Padi yang di hasilkannya di proses secara teradisional dengan cara di tumbuk untuk mengelupaskan kulit padinya dan di jemur terlebih dahulu dengan bantuan cahaya sinar matahari.Namun saat kembali ke desa dengan syarat mereka harus melepaskan atribut yang mereka bawa dari luar dan menjadi masyarakat biasa. Ada pula tambahan mata penceharian mereka sebagai pengrajin karya seni khas Kampung Naga.
 Pengalaman ini semoga dapat membuat tambahan ilmu untuk kalian semua hee.. bolehlah semua teman - teman semoga mendapat kebaikan ya aamiin..
oke.. terima kasih kepada semua teman - temanku semua yang mau mampir ke blog aku yang masih minim ilmunya hee... tapi komentar ya agar saya bisa lebih baik lagi... etss... no COPAS ya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bijaklah dalam berkomentar..
berkomentarlah dengan baik dan membangun

Alangkah Bahagia Pagi... Semoga Mendapatkan manfaat ya dari semua ungkapan di blog ini... wah banget alhamdulilah sebuah karya siapapun...

my say :)