tapi kayanya aku harus post deh biar semua yang lebih berpengalaman mau mengoreksinya...
ya semoga aja ada yang mau...
Perjalanna menuju
pelabuhan hati makhluk itu sangatlah sulit. Cinta yang tak pernah bisa di balas
ini memang begitu menyakitkan tapi ketika kita bisa mengambil pelajaran dari
rasa yang kita miliki ini sungguh lebih baik dari pada melukai hati sendiri.
Ketika hati itu tak berpihak pada kita mungkin kita hanya dapat memandang cinta
dari sini, sebelah sini mungkin tidak di ketahuinya atau mungkin sengaja tidak
di lihat.
Sadarnya perasaan yang di miliki Syifa ini tiba – tiba saja
ada saat sahabatnyalah yang membuat sesuatu tanya pada aktivitas hidupnya.
Banyak pertanyaan yang mungkin sengaja ia realisasikan pada Syifa, seakan
mengerti hati dan perasaan Syifa kapanpun. Sejak saat itulah Syifa merasa ada
seseorang yang peduli pada dirinya dan hidupnya. Seseorang yang sama sekali tak
pernah terpikirkan bisa jadi seseorang yang dekat dengannya. Selama ini belum
ada satupu laki – laki yang seusianya dekat dan ingin tau dirinya. Iya, sejak
saat itulah Syifa ini tau segala tentang dirinya. Mungkin saat itulah dirinya
sadar bahwa aku mulai mencari tahu hal tentang dirinya.Tanpa pikir lagi ketika
aku mendengarkan semua hal tentang dirinya akupun lebih menerti perasaan yang
ia miliki.
Aku memang tidak sekelas dengan Ramdhan tapi setiap hari
kita bertemu dan bercanda tawa. Setiap kali bel istirahat berbunyi aku orag
pertama yang ia cari. Kami sering berbagi tanpa malu di hadapan semua teman –
teman kelasku dan dihadapan teman sekelasnya juga. Ruang kelasnya memang tidak
seramai ruang kelasku dengan banyak murid perempuan di dalamnya. Begitu berbeda
jauhlah suasana kelas kami sedangkan ruang kelasku justru banyak perempuan di
dalamnya yang membuat semua ramai.
Setiap hari komunikasi
dengannya pun tak sesering biasanya tapi ia anggap biasa dalam benaknya
aktivitasnya sedang padat dan sedang tidak ada waktu luang.
Aku pergi....
Pergi dengan segala
keputusan dan kepentinganku sendiri, iya... dan ku pikir dia masih dengan
kesibukannya. Di tempat ini aku masih dengan bayangnya yang tiba – tiba saja
muncul, aku menelpon dia untuk pertama kalinya. Senang rasanya walau hanya
suara yang ku dengar itulah salah satu obat rindu bertemu sahabatku. Tapi
anehnya jantuku terasa berdegup kencang dan tidak mampu aku menatapnya, takut
kalau itu adalah zina yang ku lakukan.
Lama sekali aku mulai tahu, kenal, dan memahami perasaanya saat
dia sedih, sakit, marah, gelisah entah kenapa akupun bisa sedikit meredakannya.
Terutama saat marah dia orang yang emosian, yang aku suka dalam dirinya ia
adalah orang yang bisa memainkan alat musik lebih dari itu walaupun dia pemarah
dia tetap mau menerima masukan dari diriku dia selalu bisa menghargai orang
walaupun kadang karena amarahnya dia sedikit membuat orang lain sakit. Tapi tak
ku duga aku jadi jatuh hati padanya sahabatku sendiri. Dan ketika perasaan ini
tumbuh dia melukai hatiku. Tatapan matanya dan tingkahnya membuatku semakin
yakin dia sedang jatuh hati. Ya, bukan padaku tapi pada sahabat perempuanku.
Untunglah perasaan yang ku buat ini tak pernah ku ceritakan pada siapapun. Aku
tidak pernah mengenal cinta sebelumnya, arti sebuah pengorbanan. Mungkin
haruslah merasa sakit agar dapat bahagia.
Ku iklaskan rasa ini untuknya, walaupun masih perih di hati.
Tapi ketika aku melihat terpancar raut wajah bahagia paga dirinya itu membuatku
cukup senang. Karena cinta tidak hrus memiliki itu karena cinta pada makhluk
tak akan kekal dan abadi tanpa di dasari cinta tulus pada sang pemilik hati.
Iya, jalan sebuah cinta pada makhluk tak akan pernah
sempurna karena cinta yang kuasa lebih dari apa yang kita duga. Bayangan ini
tak boleh terlalu menyakitkan hati, biarla ini sebuah pembelajaran bagi hati
untuk hanya berlabuh pada sang pemilik hati ini.
Perjalanna menuju
pelabuhan hati makhluk itu sangatlah sulit. Cinta yang tak pernah bisa di balas
ini memang begitu menyakitkan tapi ketika kita bisa mengambil pelajaran dari
rasa yang kita miliki ini sungguh lebih baik dari pada melukai hati sendiri.
Ketika hati itu tak berpihak pada kita mungkin kita hanya dapat memandang cinta
dari sini, sebelah sini mungkin tidak di ketahuinya atau mungkin sengaja tidak
di lihat.
Sadarnya perasaan yang di miliki Syifa ini tiba – tiba saja
ada saat sahabatnyalah yang membuat sesuatu tanya pada aktivitas hidupnya.
Banyak pertanyaan yang mungkin sengaja ia realisasikan pada Syifa, seakan
mengerti hati dan perasaan Syifa kapanpun. Sejak saat itulah Syifa merasa ada
seseorang yang peduli pada dirinya dan hidupnya. Seseorang yang sama sekali tak
pernah terpikirkan bisa jadi seseorang yang dekat dengannya. Selama ini belum
ada satupu laki – laki yang seusianya dekat dan ingin tau dirinya. Iya, sejak
saat itulah Syifa ini tau segala tentang dirinya. Mungkin saat itulah dirinya
sadar bahwa aku mulai mencari tahu hal tentang dirinya.Tanpa pikir lagi ketika
aku mendengarkan semua hal tentang dirinya akupun lebih menerti perasaan yang
ia miliki.
Aku memang tidak sekelas dengan Ramdhan tapi setiap hari
kita bertemu dan bercanda tawa. Setiap kali bel istirahat berbunyi aku orag
pertama yang ia cari. Kami sering berbagi tanpa malu di hadapan semua teman –
teman kelasku dan dihadapan teman sekelasnya juga. Ruang kelasnya memang tidak
seramai ruang kelasku dengan banyak murid perempuan di dalamnya. Begitu berbeda
jauhlah suasana kelas kami sedangkan ruang kelasku justru banyak perempuan di
dalamnya yang membuat semua ramai.
Setiap hari komunikasi
dengannya pun tak sesering biasanya tapi ia anggap biasa dalam benaknya
aktivitasnya sedang padat dan sedang tidak ada waktu luang.
Aku pergi....
Pergi dengan segala
keputusan dan kepentinganku sendiri, iya... dan ku pikir dia masih dengan
kesibukannya. Di tempat ini aku masih dengan bayangnya yang tiba – tiba saja
muncul, aku menelpon dia untuk pertama kalinya. Senang rasanya walau hanya
suara yang ku dengar itulah salah satu obat rindu bertemu sahabatku. Tapi
anehnya jantuku terasa berdegup kencang dan tidak mampu aku menatapnya, takut
kalau itu adalah zina yang ku lakukan.
Lama sekali aku mulai tahu, kenal, dan memahami perasaanya saat
dia sedih, sakit, marah, gelisah entah kenapa akupun bisa sedikit meredakannya.
Terutama saat marah dia orang yang emosian, yang aku suka dalam dirinya ia
adalah orang yang bisa memainkan alat musik lebih dari itu walaupun dia pemarah
dia tetap mau menerima masukan dari diriku dia selalu bisa menghargai orang
walaupun kadang karena amarahnya dia sedikit membuat orang lain sakit. Tapi tak
ku duga aku jadi jatuh hati padanya sahabatku sendiri. Dan ketika perasaan ini
tumbuh dia melukai hatiku. Tatapan matanya dan tingkahnya membuatku semakin
yakin dia sedang jatuh hati. Ya, bukan padaku tapi pada sahabat perempuanku.
Untunglah perasaan yang ku buat ini tak pernah ku ceritakan pada siapapun. Aku
tidak pernah mengenal cinta sebelumnya, arti sebuah pengorbanan. Mungkin
haruslah merasa sakit agar dapat bahagia.
Ku iklaskan rasa ini untuknya, walaupun masih perih di hati.
Tapi ketika aku melihat terpancar raut wajah bahagia paga dirinya itu membuatku
cukup senang. Karena cinta tidak hrus memiliki itu karena cinta pada makhluk
tak akan kekal dan abadi tanpa di dasari cinta tulus pada sang pemilik hati.
Iya, jalan sebuah cinta pada makhluk tak akan pernah
sempurna karena cinta yang kuasa lebih dari apa yang kita duga. Bayangan ini
tak boleh terlalu menyakitkan hati, biarla ini sebuah pembelajaran bagi hati
untuk hanya berlabuh pada sang pemilik hati ini.
ini sebuah cerita.. seperti verita pendek dan bukan sesuatu yang membuat berpikir tidak baik.. ambillah hal positifnya dan tolong jangan ambil hal hal negatif... justru mungkin aku perlu banyak nasihat dan masukan dari kalian semua.. terima kasih banyak
BalasHapus