life

Senin, 14 Agustus 2017

"CINTA MUNGKIN TAK HARUS SEKARANG "

OK, Assalamualaikum, selamat sore semua.. tadinya aku belum mau ngepost ini cerita ya dengan alasan masih butuh banyak revisi dan belum di baca.koreksi
tapi kayanya aku harus post deh biar semua yang lebih berpengalaman mau mengoreksinya...
ya semoga aja ada yang mau...



Perjalanna  menuju pelabuhan hati makhluk itu sangatlah sulit. Cinta yang tak pernah bisa di balas ini memang begitu menyakitkan tapi ketika kita bisa mengambil pelajaran dari rasa yang kita miliki ini sungguh lebih baik dari pada melukai hati sendiri. Ketika hati itu tak berpihak pada kita mungkin kita hanya dapat memandang cinta dari sini, sebelah sini mungkin tidak di ketahuinya atau mungkin sengaja tidak di lihat.
Sadarnya perasaan yang di miliki Syifa ini tiba – tiba saja ada saat sahabatnyalah yang membuat sesuatu tanya pada aktivitas hidupnya. Banyak pertanyaan yang mungkin sengaja ia realisasikan pada Syifa, seakan mengerti hati dan perasaan Syifa kapanpun. Sejak saat itulah Syifa merasa ada seseorang yang peduli pada dirinya dan hidupnya. Seseorang yang sama sekali tak pernah terpikirkan bisa jadi seseorang yang dekat dengannya. Selama ini belum ada satupu laki – laki yang seusianya dekat dan ingin tau dirinya. Iya, sejak saat itulah Syifa ini tau segala tentang dirinya. Mungkin saat itulah dirinya sadar bahwa aku mulai mencari tahu hal tentang dirinya.Tanpa pikir lagi ketika aku mendengarkan semua hal tentang dirinya akupun lebih menerti perasaan yang ia miliki. 

Aku memang tidak sekelas dengan Ramdhan tapi setiap hari kita bertemu dan bercanda tawa. Setiap kali bel istirahat berbunyi aku orag pertama yang ia cari. Kami sering berbagi tanpa malu di hadapan semua teman – teman kelasku dan dihadapan teman sekelasnya juga. Ruang kelasnya memang tidak seramai ruang kelasku dengan banyak murid perempuan di dalamnya. Begitu berbeda jauhlah suasana kelas kami sedangkan ruang kelasku justru banyak perempuan di dalamnya yang membuat semua ramai.
Setiap hari komunikasi  dengannya pun tak sesering biasanya tapi ia anggap biasa dalam benaknya aktivitasnya sedang padat dan sedang tidak ada waktu luang. 

Aku pergi....

Pergi  dengan segala keputusan dan kepentinganku sendiri, iya... dan ku pikir dia masih dengan kesibukannya. Di tempat ini aku masih dengan bayangnya yang tiba – tiba saja muncul, aku menelpon dia untuk pertama kalinya. Senang rasanya walau hanya suara yang ku dengar itulah salah satu obat rindu bertemu sahabatku. Tapi anehnya jantuku terasa berdegup kencang dan tidak mampu aku menatapnya, takut kalau itu adalah zina yang ku lakukan. 

Lama sekali aku mulai tahu, kenal, dan memahami perasaanya saat dia sedih, sakit, marah, gelisah entah kenapa akupun bisa sedikit meredakannya. Terutama saat marah dia orang yang emosian, yang aku suka dalam dirinya ia adalah orang yang bisa memainkan alat musik lebih dari itu walaupun dia pemarah dia tetap mau menerima masukan dari diriku dia selalu bisa menghargai orang walaupun kadang karena amarahnya dia sedikit membuat orang lain sakit. Tapi tak ku duga aku jadi jatuh hati padanya sahabatku sendiri. Dan ketika perasaan ini tumbuh dia melukai hatiku. Tatapan matanya dan tingkahnya membuatku semakin yakin dia sedang jatuh hati. Ya, bukan padaku tapi pada sahabat perempuanku. Untunglah perasaan yang ku buat ini tak pernah ku ceritakan pada siapapun. Aku tidak pernah mengenal cinta sebelumnya, arti sebuah pengorbanan. Mungkin haruslah merasa sakit agar dapat bahagia.
Ku iklaskan rasa ini untuknya, walaupun masih perih di hati. Tapi ketika aku melihat terpancar raut wajah bahagia paga dirinya itu membuatku cukup senang. Karena cinta tidak hrus memiliki itu karena cinta pada makhluk tak akan kekal dan abadi tanpa di dasari cinta tulus pada sang pemilik hati.
Iya, jalan sebuah cinta pada makhluk tak akan pernah sempurna karena cinta yang kuasa lebih dari apa yang kita duga. Bayangan ini tak boleh terlalu menyakitkan hati, biarla ini sebuah pembelajaran bagi hati untuk hanya berlabuh pada sang pemilik hati ini.
 

Perjalanna  menuju pelabuhan hati makhluk itu sangatlah sulit. Cinta yang tak pernah bisa di balas ini memang begitu menyakitkan tapi ketika kita bisa mengambil pelajaran dari rasa yang kita miliki ini sungguh lebih baik dari pada melukai hati sendiri. Ketika hati itu tak berpihak pada kita mungkin kita hanya dapat memandang cinta dari sini, sebelah sini mungkin tidak di ketahuinya atau mungkin sengaja tidak di lihat.
Sadarnya perasaan yang di miliki Syifa ini tiba – tiba saja ada saat sahabatnyalah yang membuat sesuatu tanya pada aktivitas hidupnya. Banyak pertanyaan yang mungkin sengaja ia realisasikan pada Syifa, seakan mengerti hati dan perasaan Syifa kapanpun. Sejak saat itulah Syifa merasa ada seseorang yang peduli pada dirinya dan hidupnya. Seseorang yang sama sekali tak pernah terpikirkan bisa jadi seseorang yang dekat dengannya. Selama ini belum ada satupu laki – laki yang seusianya dekat dan ingin tau dirinya. Iya, sejak saat itulah Syifa ini tau segala tentang dirinya. Mungkin saat itulah dirinya sadar bahwa aku mulai mencari tahu hal tentang dirinya.Tanpa pikir lagi ketika aku mendengarkan semua hal tentang dirinya akupun lebih menerti perasaan yang ia miliki. 

Aku memang tidak sekelas dengan Ramdhan tapi setiap hari kita bertemu dan bercanda tawa. Setiap kali bel istirahat berbunyi aku orag pertama yang ia cari. Kami sering berbagi tanpa malu di hadapan semua teman – teman kelasku dan dihadapan teman sekelasnya juga. Ruang kelasnya memang tidak seramai ruang kelasku dengan banyak murid perempuan di dalamnya. Begitu berbeda jauhlah suasana kelas kami sedangkan ruang kelasku justru banyak perempuan di dalamnya yang membuat semua ramai.
Setiap hari komunikasi  dengannya pun tak sesering biasanya tapi ia anggap biasa dalam benaknya aktivitasnya sedang padat dan sedang tidak ada waktu luang. 

Aku pergi....
Pergi  dengan segala keputusan dan kepentinganku sendiri, iya... dan ku pikir dia masih dengan kesibukannya. Di tempat ini aku masih dengan bayangnya yang tiba – tiba saja muncul, aku menelpon dia untuk pertama kalinya. Senang rasanya walau hanya suara yang ku dengar itulah salah satu obat rindu bertemu sahabatku. Tapi anehnya jantuku terasa berdegup kencang dan tidak mampu aku menatapnya, takut kalau itu adalah zina yang ku lakukan.
Lama sekali aku mulai tahu, kenal, dan memahami perasaanya saat dia sedih, sakit, marah, gelisah entah kenapa akupun bisa sedikit meredakannya. Terutama saat marah dia orang yang emosian, yang aku suka dalam dirinya ia adalah orang yang bisa memainkan alat musik lebih dari itu walaupun dia pemarah dia tetap mau menerima masukan dari diriku dia selalu bisa menghargai orang walaupun kadang karena amarahnya dia sedikit membuat orang lain sakit. Tapi tak ku duga aku jadi jatuh hati padanya sahabatku sendiri. Dan ketika perasaan ini tumbuh dia melukai hatiku. Tatapan matanya dan tingkahnya membuatku semakin yakin dia sedang jatuh hati. Ya, bukan padaku tapi pada sahabat perempuanku. Untunglah perasaan yang ku buat ini tak pernah ku ceritakan pada siapapun. Aku tidak pernah mengenal cinta sebelumnya, arti sebuah pengorbanan. Mungkin haruslah merasa sakit agar dapat bahagia. 

Ku iklaskan rasa ini untuknya, walaupun masih perih di hati. Tapi ketika aku melihat terpancar raut wajah bahagia paga dirinya itu membuatku cukup senang. Karena cinta tidak hrus memiliki itu karena cinta pada makhluk tak akan kekal dan abadi tanpa di dasari cinta tulus pada sang pemilik hati.
Iya, jalan sebuah cinta pada makhluk tak akan pernah sempurna karena cinta yang kuasa lebih dari apa yang kita duga. Bayangan ini tak boleh terlalu menyakitkan hati, biarla ini sebuah pembelajaran bagi hati untuk hanya berlabuh pada sang pemilik hati ini.

1 komentar:

  1. ini sebuah cerita.. seperti verita pendek dan bukan sesuatu yang membuat berpikir tidak baik.. ambillah hal positifnya dan tolong jangan ambil hal hal negatif... justru mungkin aku perlu banyak nasihat dan masukan dari kalian semua.. terima kasih banyak

    BalasHapus

Bijaklah dalam berkomentar..
berkomentarlah dengan baik dan membangun

Alangkah Bahagia Pagi... Semoga Mendapatkan manfaat ya dari semua ungkapan di blog ini... wah banget alhamdulilah sebuah karya siapapun...

my say :)