“READING
MARATHON”
Gerakan Literasi Kampus (GLK) Ospek, Universitas Kuningan Rabu, 12
September 2017
|
||
Nama
|
:
|
Dila Oktaviani
|
Kelompok
|
:
|
19
|
Prod/Fakultas
|
:
|
FKIP |
RESUME
BUKU
Judul
|
:
|
The story of Helen
Killer
|
Penulis
|
:
|
A. Prayoga
|
Penerbit
|
:
|
Genta Pustaka
|
Tahun Terbit
|
:
|
2010
|
Tebal halaman
|
:
|
175
|
Judul Resume:
Sebuah titik dalam kegelapan,
kesendirian dan kebingungan yang begitu lama tiba – tiba saja datang sebagai cahaya
yang menerangi semuanya. Kegelapan itu adalah kekelaman yang di alami Helen
Killer yang telahir dengan memiliki kekurangan fisik dalam dirinya iya tidak
pernah mendengar dan melihat semua hal yang bisa di dengar dan di lihat dalam
kehidupan dunia. Semuanya terasa kosong, awalnya iya adalah bayi yang normal
entah kenapa tiba – tiba bayi kecil Helen Killer tak dapat melihat dan
mendengar yang saat itu mulai di rasakan oleh ibundanya ketika memangkunya.
Akhirnya ia tumbuh dewasa namun ia sering mengacau dan dianggap gila oleh
anggota keluarga besar yang lainnya. Semua kekosongan itu mualai terisi dengan
sebuah cahaya yang muncul dalam dirinya yang di bawa oleh seseorang wanita yang
bernama Anne sulivan.
Anne sulivan adalah sosok wanita
hebat yang datang begitu saja dalam diri Helen Killer. Anne menjadi guru
pertamanya yang mengajarkan Helen mengetahui semua hal yang ada di dunia, Anne
adalah guru yang ditugaskan untuknya. Beliau dulu adalah seseorang yang pernah
mengalami kebutaan karena suatu penyakit namun beliau telah sembuh kembali dengan
tindakan operasi. Saudaranya Alexsander
graham bell teman ayahnya Helen mengirimnya untuk menjadi guru bagi anak – anak
disabilitas akhirnya iapun menjadi guru Helen. Perjalanan yang tidak mudah
untuk mendidik Helen namun karena kepercayaaanya bahwa Helen adalah anak yang
sangat cerdas menghantarkan Helen kepuncak ketenaran.
Hal yang pertama kali Ia ajarkan
kepada helen adalah belajar makan. Ia melakukan itu semua karena ketika jam
makan Helen selalu mengacau ia selalu makan acak, mengambil makannan dari meja
semua anggota keluarganya itulah yang membuat semuanya menjadi tidak menyukai
Helen. Anne hanya di beri waktu 2 minggu saja untuk mngajari Helen karena
ayahnya tidak percaya padanya. Anne dan Helen saling mengenal, hingga Helen
mulai terbiasa bersama Anne, Ia begitu senang dengan perkembangan Helen yang
sangatlah cepat, Helen sudah bisa makan makanannya sendiri bahkan menggunakan
sendok dan garpu. Ketika Helen mulai terbiasa dengan makan makannanya sendiri
waktu 2 minggu itu telah usai. Ayah Helen memintanya tepat waktu tapi Anne
memohon untuk memperpanjang waktu itu karena sedikit lagi ia akan bisa
mengajari Helen dangan sempurna di meja makan, ayahnya tetep menolaknya. Anne
tidak mau menyerah, dan pada akhirnya ia datang kembali dan mengajak Helen
menuju sebuah pemancuran air di luar rumahnya Anne memompa air tersebut di
tangannya dan menuliskan tulisan W-A-T-H-E-R. Helenpun merespon kejadian itu
dan berusaha berbicara namun pita suaranya sedikit tidak jelas untuknya
mengeluarkan sebuah kata bahkan kalimat. Perasaan Helen hidup kembali dengan hal
ini, ia sangat senang dan hari itu juga dia di ajarkan berbagai kata oleh Anne
sampai ia menguasai 30 kata. Terus – menerus hingga Ia menguasai 300 kata
bahkan bukan hanya itu saja Helen diajari Anne berbagai bahasa asing sehingga
ia menguasainya. Anne bersikeras untuk menyekolahkannya di sekolah khusus
dengan selalu di dampingi Anne semuanya meragukannya termasuk pihak Universitas
karena ia pikir Helen akan sangat susah untuk merespon semua pelajaran karena
pendengaranya. Dengan di bantu Anne ia tetep berusaha dan akhirnya ia bisa
mendapatkan predikat cumlaude.
Kabar hal itu sangat menggemparkan
dunia, Helen selalu diundang memberiakan semangat serta motivasi kepada
semuanya di berbagai acara. Bahkan kisahnya sangat menggemparkan dunia karena
itulah ia di undang ke berbagai negara. Helen sempat menuliskan sebuah kisah
hidupnya dalam sebuah buku yang ia kerjakan sendiri dengan menggunakan mesin
ketik braille. Kemudian tulisannya di edit oleh suami Anne yaitu John Marcy.
Ceritanya di terbitkan melalui surat kabar yang beredar ke seantero negeri.
Suatu hari ketika itu Helen
memberikan sebuah hadiah istimewa karanganya kepada seorang pejabat atau
seseorang yang sangat berkuasa. Ia mengira bahwa Helen telah menghinanya dengan
meberikan sebuah karangan orang lain padanya. Memang benar Helen pernah membaca
cerita yang sama tapi ia mengungkiri bahwa tulisan itu adalah tulisanya dan
tidak mungkin sama dengan buku ataupun tulisan lain karena ia jelas – jelas
telah melewati bertahun – tahun kejadian tersebut semua tawaran undangan
terhadap Helen menurun. Helen bersama Anne memutuskan untuk pergi berkeliling
dunia besama. Namun keuangannya semakin menipis dan juga Anne terus – menerus
mengalami sakit dan ia tidak bisa menemani Helen untuk tampil di atas panggung.
Helen hanya di temani seseorang
kepercayaan Anne untuk mendampinginya. Karena sakit itulah Anne meninggal dunia,
suamiya pun sebelum Anne ternyata telah lebih dulu meninggal dunia.
Helen tinggal bersama seorang
kepercayaan Anne, Helenpun sering sakit - sakitan dan ia terkena stroke tak
lama karena penyakit itu ia meninggal dunia meninggalkan semangat perjuangan
pada semua anak disabilitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Bijaklah dalam berkomentar..
berkomentarlah dengan baik dan membangun