life

Jumat, 15 September 2017




READING MARATHON
Gerakan Literasi Kampus (GLK) Ospek, Universitas Kuningan Rabu, 12 September 2017
Nama
:
Dila Oktaviani
Kelompok
:
19
Prod/Fakultas
:

FKIP

RESUME BUKU

Judul
:
 The story of Helen Killer
Penulis
:
 A. Prayoga
Penerbit
:
 Genta Pustaka
Tahun Terbit
:
2010
Tebal halaman
:
175

Judul Resume:



Sebuah titik dalam kegelapan, kesendirian dan kebingungan yang begitu lama tiba – tiba saja datang sebagai cahaya yang menerangi semuanya. Kegelapan itu adalah kekelaman yang di alami Helen Killer yang telahir dengan memiliki kekurangan fisik dalam dirinya iya tidak pernah mendengar dan melihat semua hal yang bisa di dengar dan di lihat dalam kehidupan dunia. Semuanya terasa kosong, awalnya iya adalah bayi yang normal entah kenapa  tiba – tiba  bayi kecil Helen Killer tak dapat melihat dan mendengar yang saat itu mulai di rasakan oleh ibundanya ketika memangkunya. Akhirnya ia tumbuh dewasa namun ia sering mengacau dan dianggap gila oleh anggota keluarga besar yang lainnya. Semua kekosongan itu mualai terisi dengan sebuah cahaya yang muncul dalam dirinya yang di bawa oleh seseorang wanita yang bernama Anne sulivan.
Anne sulivan adalah sosok wanita hebat yang datang begitu saja dalam diri Helen Killer. Anne menjadi guru pertamanya yang mengajarkan Helen mengetahui semua hal yang ada di dunia, Anne adalah guru yang ditugaskan untuknya. Beliau dulu adalah seseorang yang pernah mengalami kebutaan karena suatu penyakit namun beliau telah sembuh kembali dengan tindakan  operasi. Saudaranya Alexsander graham bell teman ayahnya Helen mengirimnya untuk menjadi guru bagi anak – anak disabilitas akhirnya iapun menjadi guru Helen. Perjalanan yang tidak mudah untuk mendidik Helen namun karena kepercayaaanya bahwa Helen adalah anak yang sangat cerdas menghantarkan Helen kepuncak ketenaran.
Hal yang pertama kali Ia ajarkan kepada helen adalah belajar makan. Ia melakukan itu semua karena ketika jam makan Helen selalu mengacau ia selalu makan acak, mengambil makannan dari meja semua anggota keluarganya itulah yang membuat semuanya menjadi tidak menyukai Helen. Anne hanya di beri waktu 2 minggu saja untuk mngajari Helen karena ayahnya tidak percaya padanya. Anne dan Helen saling mengenal, hingga Helen mulai terbiasa bersama Anne, Ia begitu senang dengan perkembangan Helen yang sangatlah cepat, Helen sudah bisa makan makanannya sendiri bahkan menggunakan sendok dan garpu. Ketika Helen mulai terbiasa dengan makan makannanya sendiri waktu 2 minggu itu telah usai. Ayah Helen memintanya tepat waktu tapi Anne memohon untuk memperpanjang waktu itu karena sedikit lagi ia akan bisa mengajari Helen dangan sempurna di meja makan, ayahnya tetep menolaknya. Anne tidak mau menyerah, dan pada akhirnya ia datang kembali dan mengajak Helen menuju sebuah pemancuran air di luar rumahnya Anne memompa air tersebut di tangannya dan menuliskan tulisan W-A-T-H-E-R. Helenpun merespon kejadian itu dan berusaha berbicara namun pita suaranya sedikit tidak jelas untuknya mengeluarkan sebuah kata bahkan kalimat. Perasaan Helen hidup kembali dengan hal ini, ia sangat senang dan hari itu juga dia di ajarkan berbagai kata oleh Anne sampai ia menguasai 30 kata. Terus – menerus hingga Ia menguasai 300 kata bahkan bukan hanya itu saja Helen diajari Anne berbagai bahasa asing sehingga ia menguasainya. Anne bersikeras untuk menyekolahkannya di sekolah khusus dengan selalu di dampingi Anne semuanya meragukannya termasuk pihak Universitas karena ia pikir Helen akan sangat susah untuk merespon semua pelajaran karena pendengaranya. Dengan di bantu Anne ia tetep berusaha dan akhirnya ia bisa mendapatkan predikat cumlaude.
Kabar hal itu sangat menggemparkan dunia, Helen selalu diundang memberiakan semangat serta motivasi kepada semuanya di berbagai acara. Bahkan kisahnya sangat menggemparkan dunia karena itulah ia di undang ke berbagai negara. Helen sempat menuliskan sebuah kisah hidupnya dalam sebuah buku yang ia kerjakan sendiri dengan menggunakan mesin ketik braille. Kemudian tulisannya di edit oleh suami Anne yaitu John Marcy. Ceritanya di terbitkan melalui surat kabar yang beredar ke seantero negeri.
Suatu hari ketika itu Helen memberikan sebuah hadiah istimewa karanganya kepada seorang pejabat atau seseorang yang sangat berkuasa. Ia mengira bahwa Helen telah menghinanya dengan meberikan sebuah karangan orang lain padanya. Memang benar Helen pernah membaca cerita yang sama tapi ia mengungkiri bahwa tulisan itu adalah tulisanya dan tidak mungkin sama dengan buku ataupun tulisan lain karena ia jelas – jelas telah melewati bertahun – tahun kejadian tersebut semua tawaran undangan terhadap Helen menurun. Helen bersama Anne memutuskan untuk pergi berkeliling dunia besama. Namun keuangannya semakin menipis dan juga Anne terus – menerus mengalami sakit dan ia tidak bisa menemani Helen untuk tampil di atas panggung. Helen  hanya di temani seseorang kepercayaan Anne untuk mendampinginya. Karena sakit itulah Anne meninggal dunia, suamiya pun sebelum Anne ternyata telah lebih dulu meninggal dunia.
Helen tinggal bersama seorang kepercayaan Anne, Helenpun sering sakit - sakitan dan ia terkena stroke tak lama karena penyakit itu ia meninggal dunia meninggalkan semangat perjuangan pada semua anak disabilitas.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bijaklah dalam berkomentar..
berkomentarlah dengan baik dan membangun

Alangkah Bahagia Pagi... Semoga Mendapatkan manfaat ya dari semua ungkapan di blog ini... wah banget alhamdulilah sebuah karya siapapun...

my say :)